“Sayang, Perut kamu udah endut banget yah. Gemes aku lihatnya.” Ucap Dicka yang saat ini sedang berbaring di ranjang bersama Fiona. Pagi ini mereka baru saja membuka mata dari mimpi malam yang indah. “Iya nih sayang. Nggak kerasa udah 6 bulan aja aku ngandung si kembar. Ini gara-gara kamu juga nih. Nyuntik aku sampe bikin aku gendut kayak gini.” “Tapi enak kan? Hehe. Waahhhh… Aku benar-benar udah nggak sabar. Kembar… Baik-baik ya di perut mommy. Jangan terlalu ngrepotin mommy. Kasihan mommy.” Dicka mendekatkan mukanya ke perut Fiona. “Hehehe. I love you daddy. Udah ah, aku mau ke kamar mandi dulu.” Fiona pun beranjak dari ranjangnya dan melangkah menuju kamar mandi. Namun tiba-tiba Dicka memanggilnya sehingga menghentikan langkah Fiona. “Sayang…” Panggil Dicka. “Iya ada apa?” “Sayan

