3 bulan kemudian. Edsel dan Edward tumbuh dengan sehat dan begitu menggemaskan. Fiona dibantu oleh seorang baby sitter untuk merawat kedua pangeran kecilnya. Karena jika tidak dibantu, Fiona akan sangat kewalahan mengurus kedua bayi kembarnya, apalagi ia juga masih harus kuliah. Kedua orang tua dan mertuanya pun juga sering berkunjung untuk menengok cucu-cucu mereka. Setelah Edsel dan Edward tidur, saat ini dan Dicka sedang berbincang-bincang di ruang TV. “Dad, aku kan udah selesai lahiran nih. Boleh kali yak balapan lagi.” “Astaga bini orang satu ini. Sayang, kita itu udah punya anak loh. Kenapa kamu masih mikirin balapan sih?” “Haish… ya nggak papa dong dad. Nggak sering-sering juga kok. Yah!!! Yah!!! Gatel loh tanganku pengen muter gas lagi.” “Emmm… Nggak! Pokoknya nggak ada bala

