Empat Puluh Delapan

1537 Kata

Dicka sampai pada Asna, lalu menarik tangan Asna dan membawanya ke pinggir jalan. “Kak…. Kak Dicka???” Kaget Asna. Asna memeluk Dicka dan taka da penolakan dari Dicka. Asna menangis dipelukan Dicka. Dicka mengusap-usap punggung Asna untuk menenangkannya. “Ahh… sayang??? Apa yang kamu lakukan? Aku masih disini. Kenapa kamu tega melakukan itu di depanku?” Fiona menangis dan mengusap dadanya yang terasa sangat sesak melihat suaminya berpelukan dengan wanita lain di hadapannya. “Bukankah lebih baik aku pergi? Sayang??? Hatiku tak cukup kuat untuk menyaksikanmu seperti itu.” Fiona pun memilih untuk berlalu pergi meninggalkan pemandangan yang sangat menyakitkan untuknya. Kembali ke Dicka dan Asna. “Apakah kamu tidak papa?” Tanya Dicka dan melepaskan pelukan Asna. “Kak Dicka???” Ucap Asna

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN