Dapur Baru

2045 Kata

Hari sudah mulai siang. Indah dapat mendengar suara gaduh dari kejauhan. Entah apa yang sedang dilakukan orang-orang, ia tidak berniat untuk mencari tahu dan sibuk dengan ponselnya. Namun, ternyata suara gaduh itu tak kunjung berhenti hingga berjam-jam lamanya. Waktu makan siang pun tiba, seorang pelayan mengantarkan makanan kepada Indah. Pelayan itu sepertinya baru, Indah tak pernah melihatnya. Dia masih muda, dapat diperkirakan usianya hanya beberapa tahun lebih tua darinya. Sikapnya terlihat ramah, jauh dari sikap Alda. “Perkenalkan, nama saya Asmi, pelayan baru di rumah ini.” Wanita berpakaian hitam putih khas pelayan itu membungkuk hormat saat memperkenalkan diri. “Boleh aku tanya sesuatu?” Indah malah penasaran hal lain. Asmi mengangguk tanpa berani mengangkat wajahnya. “Ada

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN