Jalanan di siang itu cukup macet tidak seperti biasanya, entah ada apa di depan sana hingga kendaraan bergerak sangat lambat. Dewi tampak tetap santai, bersiul menyanyikan lagu kesukaannya. Namun, Adelio dan Adelia yang duduk di kursi belakang memasang wajah masam, terlihat dari kaca spion dan Dewi tidak peduli. Pada dasarnya, wajah mereka memang tidak bersahabat, tidak ada bedanya kesal atau senang. “Aku ingin jalan-jalan sebelum pulang.” Adelio juga melirik ke arah spion, tahu Dewi tengah memperhatikannya. “Hm .... ” Dewi berdeham seolah sedang memikirkan jawabannya. “Ayolah, aku bosan di rumah. Jika pulang dulu, aku yakin tidak bisa keluar lagi dari rumah.” Adelia juga ingin jalan-jalan sebentar. “Satu syarat saja.” Dewi melemparkan cengiran konyol. “Jangan macam-macam.” Adelio men

