Jacob mulai menelusuri jalanan Ibu kota yang cukup sepi, pikirannya begitu kacau. Ia sendiri tidak menyangka jika bayang-bayang istri kecilnya sangat mengganggu pikirannya. Beberapa kali Jacob mengumpat di dalam hati, bahkan tadi malam ia berusaha menahan emosinya untuk tidak menyakiti sang istri. Mengingat ada kedua orang tuanya di sini. Walau mereka berbeda rumah, tetap saja. Akan ada banyak pasang mata yang mengawasinya. Jacob harus waspada jika tidak ingin kehilangan status di keluarganya. “Shiitt!!!” umpat Jacob sambil memukul stir mobilnya beberapa kali. Jacob menghentikan mobilnya dengan asal di depan kantornya. Pria itu turun dari mobil dengan wajah yang begitu menggelap. Beberapa pegawai termasuk security yang berjaga langsung merasakan hawa yang begitu panas. Melihat wajah b

