Jeje manatap dirinya di cermin. Ia sudah menggunakan pakaian casual yang dibelikan suaminya. Sebuah gaun santai berwarna peach sangat indah saat dipakai di tubuh Jeje yang mungil. Kulitnya yang bersih membuat gaun itu jadi terlihat nampak hidup. Jeje sedang menutupi mata pandanya dan juga ia sedang memikirkan caranya agar kedua matanya yang bengkak tidak terlihat. “Kalau gitu, aku sepertinya harus belajar merias. Suami bisa melakukan hal menjijikan itu pasti karena kesalahan istri bukan? Selama ini aku selalu mengacuhkannya. Jadi aku harus mencoba, memulainya dan berusaha walau hasilnya tetap nihil. Tidak ada salahnya untuk mencoba bukan?” gumam Jeje. Jeje keluar dari kamarnya. Walau ia tidak pandai berbahasa Inggris. Setidaknya ia bisa sedikit mengerti apa yang diucapkan Maid padanya.

