Sejak tadi, Jacob masih setia menunggu istrinya bangun. Ia duduk di sebuah kursi yang diletakkan di samping ranjang tidur istrinya. “Good morning, Baby,” sapa Jacob saat melihat istrinya mulai bergeliat. “Mmmm …” Jeje bergumam sambil menggerakkan tubuhnya yang terasa sakit. Lalu dengan cepat, wanita itu menarik selimutnya yang hampir saja turun dan memperlihatkan keindahan tubuhnya. Jacob tersenyum. Ternyata manis juga bisa berdamai dengan keadaan seperti ini. Jeje membuka kedua matanya. Ia menatap wajah segar yang tampan itu. Siapa lagi pemiliknya kalau bukan Jovanka seorang. “Kamu sudah bangun?” Jacob mengangguk. “Ayo sarapan. Kamu belum makan sejak pagi. Jangan sampai sakit lagi!” ‘Tumben banget perhatian, mentang-mentang habis dapat jatah. Tapi sialnya, tubuhku susah sekali untu

