Jeje Sakit ...

1214 Kata

Pagi ini menjadi pagi yang menyedihkan bagi Jeje. Tidak ada lagi senyum yang terbit di wajah cantiknya. Jeje sudah berada di kamarnya. Ia tidak jadi menikmati sarapan paginya. Wanita itu memilih untuk menyendiri di balkon kamarnya. Duduk di sebuah ayunan sambil memandangi cerahnya awan pagi ini. Burung-burung mulai berkicau. Jeje yang melihatnya jelas merasa iri. Ia ingin bisa hidup bebas seperti burung tersebut. Tapi, sayangnya. Ia tidak bisa terbang dan hanya bisa terkurung di tempat ini saja. Jeje merasa sangat sakit. Tapi, ia juga bukan tipe wanita pembangkang. Jeje selalu diajarkan hidup mandiri dan hidup dengan penuh kesabaran. Jeje mendesah dengan kasar. Ia merasa sedih dan keinginan untuk kembali. Lagi-lagi muncul di hatinya. Jeje mencoba memejamkan kedua matanya. Menikmati kes

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN