Jeje menghirup aroma masakan sederhananya. Perutnya semakin memberontak dan ia semakin tak sabar ingin memakan nasi goreng buatannya sendiri. Ayah Jeje datang menghampiri putri kecilnya yang kini sudah menikah dengan lelaki pilihannya. “Bagaimana keadaan kamu? Kenapa malah memasak?” “Tidak apa-apa kok Pa, Jeje sudah jauh lebih baik sekarang.” “Syukurlah, oh ya nanti kamu sama Jacob pergi ke pasar ya. Tanyakan dia mau makan apa, jadi kamu bisa membelikan bahan-bahannya di pasar.” “Iya Pa, memangnya Jacob mau diajak ke pasar?” “Kemarin kami sudah bicara, dia akan mengantarkan kamu.” Jeje mengangguk lalu ia kembali menata piring bersih ke meja makan. Jeje sudah menyiapkan sarapannya, kini ia sedang membuat minumannya saja. Jeje membuatkan dua cangkir kopi untuk ayah dan suaminya, dan

