Sabtu "Tungguuu ... " Hampir saja! Sebenarnya aku sangat benci ketika harus berdesakan dalam lift, tapi mau bagaimana lagi, kalau aku memaksakan diri untuk menunggu lift selanjutnya maka aku akan sangat telat dan telingaku akan memanjang karena harus menampung ocehan ketua personalia nanti.Oh tidak!Ini buruk, kami satu lift. Tapi kupikir dia tak melihatku atau mungkin sengaja untuk tidak melihat keberadaanku. Entahlah, hanya dia dan tuhan yang tau. Dia seperti marah, tapi aku tak tau kesalahan apa yang sudah aku perbuat padanya. Sampai lift berhenti di lantai dasar dan kami keluar pun dia tetap tak melihatku padahal posisiku tepat berada di sampingnya. Dan harga diriku tak mengijinkanku untuk menyapanya lebih dulu.Biarkan saja, masa bodo! Aku tak perlu ambil pusing. Dia boleh marah seba

