Sekat absurd antara aku dan Arka benar-benar membuatku frustasi. Aku tahu apa yang aku rasakan saat ini, tapi aku tidak bisa jika harus mengatakannya pada Arka. Pada awalnya pertemuan kami hanya sebatas ketidak sengajaan saja. Lalu tidak ada perkenalan, ditambah lagi hubungan kami setelah beberapa kali bertemu dan sekarang bertetangga tidak bisa disebut sebuah pertemanan atau semacamnya. Bahkan setelah interaksi berbagi malam bersama dalam satu tempat tidur pun tidak mengubah status kami untuk menjadi lebih. "Hellen, aku harap kau tidak melupakan janjimu untuk mentraktirku hari ini atau bokongmu yang akan menjadi taruhannya. Ingat?" Inggrid baru saja menegurku dari balik sekat kubikelnya. Aku tersenyum kecut, "Baiklah, kita mau makan siang di mana?" "Japanese food?" Ia menyerukan keing

