Pov : Rained. Not this again. Yae,yea,yea, sebut gue dramatis hiperbolik, tapi lo semua punya ibu bapak yang nunggu di rumah, nggak kayak gue lari-larian untuk cari makna pulang itu apa. Kalau bukan karena Sora yang menggenggam tangan gue saat masuk ke rumah, mungkin gue sudah kabur lagi ke beach club—minum vodka sampai lupa diri, nelpon Sueb, lalu baru bisa tidur. Masalahnya gue nggak bisa tidur, dan Sora—dia nggak akan mau untuk nina boboin gue, padahal kalau gue pelukin Sora yang pakai gaun tinkerbell tadi, gue udah pasti tidur nyenyak sih. Kamar-kamar, Lorong, Ruang Tv, Mushola di lantai dua. Gue nggak suka lantai itu. Samar-samar gue masih bisa mendengar suara mama dari ujung lorong. “Rained, semua orang nungguin kamu!” Eoooong… Willow mengeong di ujung tangga. Gue menangkap

