Pov: Rained. Hell, s**t. “He..eeeeheeeee…..” Sora kalo nangis ribut banget. Gue nggak tahu caranya supaya bikin dia berhenti menangis, seandainya gue punya tenaga lebih pasti udah gue cium sampe doer. Gue tepuk-tepuk tangannya, tapi dia masih nangis kayak balita tantrum. Akhirnya gue genggam tangannya yang kebetulan diletakkan nggak jauh dari jangkaun gue yang posisinya lagi berbaring. “Nggak apa-apa belum mati,” kata gue terbata-bata menahan sakit di ulu hati dan nyeri di seputaran perut. Pagi tadi gue sarapan salad, setelah acara Mila gue cuma minum alkohol sampai lupa berapa banyak. Nyeri di ulu hatiku sudah sejak lama gue rasakan, makin parah akhir-akhir ini memang. Perlahan tangis aneh itu jadi sesenggukan, bahunya naik turun. Gue menggenggam tangannya makin erat, setiap kali
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


