Hari Pertama

986 Kata

Malam masih gelap di atas sana, hembusan angin pun semakin dingin sampai menusuk tulang. Tidak ada lagi kendaraan yang lalu-lalang. Rumah-rumah sudah mematikan lampu sedari tadi, dan mungkin mereka sekarang sudah memadu kasih dengan kasur masing-masing. Abbas terbangun dari tidurnya, ia menoleh pada istrinya yang masih tertidur pulas di atas lengannya. Ia menatap wajah Aisyah lekat, bahkan ia memperhatikan setiap inci wajah gadis itu. Tangannya bergerak menyentuh anak rambut Aisyah, dan menyelipkan di telinga sang istri. Aisyah membuka matanya perlahan karena sentuhan kecil Abbas pada wajahnya, matanya melebar saat melihat Abbas sudah menatapnya dengan tersenyum. Cewek itu masih mengerjap-ngerjap dan sedikit memundurkan tubuhnya dari lengan sang suami. Cowok itu mengernyitkan dahi meliha

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN