Namanya Maya, sudah bercerai karena suaminya main kasar padanya. Saat pertama bertemu, laki-laki itu tak yakin dengan apa yang diinginkan perempuan itu dengan apa yang dibicaran oleh Tina. Maya, terlihat masih muda. Wajahnya ayu, dan kulitnya bersih. Tak begitu banyak berdandan seperti Tina yang ia kenal mahir mengaplikasikan segala macam make up di wajah. Namun memang tak setiap hari dilakukan, mengingat suami Tina tak di rumah. Namun jejak-jejak itu tetap saja terlihat di mata sang kekasih. "Maya, Mas," kata Maya mengenalkan diri. "Hei." Maya menunduk malu-malu. Khas anak perawan jika bertemu jejaka. Tak ada kesan genit menggoda seperti Tina, perempuan yang ia bayangkan sebelumnya. Suara Maya lembut, tangannya juga sama. Baju yang dipakai terbilang sopan dan tertutup. Kaus lengan pa

