Hari yang dijanjikan tiba. Saka menemani Tata bersiap dan mengantarnya sampai ke ruamh Diana, temannya yang anaknya sudah tujuh bulan akan mengadakan syukuran tedak siten. "Udah siap semua, Ta?" tanya Saka begitu melihat Tata keluar dari rumah dan pamit pada ibunya. Di tangannya ada tas selempang yang berisi kamera milik almarhum ayahnya, penutup lensa, kain buat melapisi kamera agar tidak langsung bersentuhan dengan tas, dan dompet serta ponsel milik Tata sendiri. "Udah. Berangkat dulu, Buk." Tata mencium tangan ibunya lalu diikuti Saka. Dengan motor Saka, Tata dibonceng meninggalkan rumah dan bergerak ke tempat acara. Acara diadakan sore hari sekitar habis asar atau jam empat. Dari jam tiga lebiy enam belas menit Saka dan Tata berangkat ke rumah Diana. Perjalanan sekitar lima sampai

