42. Praduga

2263 Kata

"Masak Rayan sih?" Amira berkelakar. "Masih dugaan aja, Ra." Kata Tata. "Kayaknya nggak mungkin aja gitu, Ta. Kita kenal Rayan udah berbulan-bulan kan." Saka mengangguk-angguk. Rayan meski terlihat tidak mungkin, karena ia berteman baik dengan Tata dan Amira. Tapi, bukti-bukti seolah mengarah ke sana. Satu. Dia adalah orang yang kenal Amira. Dua. Jam tangan yang sekilas terlihat sama baik model maupun warnanya. Dan Rayan juga tidak pernah lepas dari jam tangannya kecuali bekerja. Tiga. Postur tubuh hampir sama, tapi Amira ragu soal tinggi mereka. Mungkin Amira juga kurang jeli karena ia sedang ketakutan. "Tapi, motor sama helm nya beda." Tata dan Amira menoleh begitu Saka menyanggah bukti yang ada. "Motor Rayan cuma itu aja sih. Kalau helm, dia emang ada lebih dari satu. Kan aku p

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN