22. Dia

2189 Kata

"Ke bandara cuma ada bis ini. Kecuali pakek kendaraan pribadi." Saka mengangguk. "Iya, tahu aku, Ta. Kamu udah kayak tour guide aja." Tata tertawa. "Hehehe. Habisnya aku suka kasih tahu ke kamu." Padahal pastinya kamu yang lebih tahu." Perjalan menuju bandara terasa lambat karena macet di mana-mana. Begitu sampai, keduanya turun. "Ta, aku naik yang sana." Saka melihat plat pesawat yang ia tumpangi. Tata mengangguk. Keduanya berjalan mendekat. Saka melihat apakah pesawatnya sudah bisa chek in apa belum, sementara Tata duduk menunggu di kuris panjang depan hotel. Tata menunggu sambil berbalas pesan dengan Rayan. Ia sudah tiba di bandara bersama Saka dan sedang menunggu Saka chek in. Rayan sendiri sedang istirahat karena pelanggan mulai sepi. Hanya ada pembeli yang bungkus makanan saja

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN