34. Ada Dia Datang

2222 Kata

Amira mengunyah makanan yang disiapkan dari rumah sakit. Sarapan kali ini ada nasi setengah bubur, ayam ungkep dan tumis kacang. Tak habis, ia minta ibunya menyudahi acara sarapannya. "Udah kenyang, Ma." Ibunya mengangguk. "Iya. Mama taruh luar." Selesai sarapan, ibunya pamit keluar beli sarapan. Sementara Amira sendirian di kamarnya. Sambil menunggu, ia kemudian ingat dengan ponsel miliknya yang dari sejak ia sadar belum memegang benda miliknya tersebut. Ia hendak mengabari Saka, orang yang ia anggap penting untuk tahu kondisinya. "Amira, Ayah berangkat kerja dulu. Kamu mau dibawakan apa nanti kalau pulang?" Pak Abidin tiba-tiba masuk dan mendekat ke arah ranjang putrinya. "Nggak usah, Yah." Pak Abidin mengangguk. "Ibumu mana?" Ia lihat tak ada sang istri di ruangan tersebut. "Bel

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN