"Aku harus gimana, Pi?" tanya Lily terlihat khawatir pada sang kekasih, napsu makannya hilang seketika kala mengetahui Luna sedang berada di depan apartemennya saat ini. Ken mengusap wajahnya kasar, pria itu bukan menjawab pertanyaan sang kekasih malah terlihat sama bingungnya. Ken belum siap kalau sampai Luna mengetahui hubungannya dengan Lily, bukan ia tak menyayangi Lily hanya saja Ken butuh waktu untuk menjelaskan semuanya pada Luna, anaknya. "Kamu di kamar aja ya, Yang? gimana? Luna nggak akan berani masuk kamar Papi?" ucap Ken lalu mengelus lembut pipi sang kekasih, pria itu tau bahwa Lily tengah cemas itu terlihat dari wajah Lily yang sudah pucat pasi. Lily menangguk, ia lalu melangkahkan kakinya menuju kamar sang kekasih, ia sudah pasrah dan mempercayai semuanya pada kekasihnya

