Pertemuan ini berakhir dengan Sera yang pulang ke Bandung, pelukan hangat mengiringi memberikan hawa sejuk di tengah dinginnya hati karena hancur berpuing-puing. "Hati-hati di jalan, Ra!" ucap Arkan. Sera mengangguk dengan senyumnya yang khas. "Pesanku waktu itu belum dibalas!" "Pesan yang mana? Perasaan aku membalas semua pesanmu!" "Aku meminta nomor rekening Mas Arkan untuk membayar yang kemarin." "Yang itu lupakan saja!" "Tapi aku gak enak, Mas!" "Gak usah dipikirin!" "Tetap saja, Mas!" "Sudah gak apa-apa. Hati-hati pulangnya!" Sera mengangguk pelan, kemudian masuk ke dalam mobil dan tak lama setelahnya meluncur sampai menghilang di balik gelapnya malam. Sepanjang jalan Sera hanya tertidur karena merasakan lelah yang luar biasa, beberapa jam kemudian ia pun tiba di rumah. Se

