"Anak bibiku menikah, masa aku tidak datang, Mas?" Arkan diam sejenak, kemudian menatap sambil menelisik, seolah sedang memastikan sesuatu. "Kamu pergi dengan siapa?" "Sendiri, kenapa memang? Mau nganterin?" "Anak-anak siapa yang jaga?" Arkan terlihat ragu, meski terlihat dari sorot matanya ada keinginan itu. "Jadi saya diizinkan tidak?" "Lihat saja nanti!" jawab Arkan kemudian berlalu pergi meninggalkan Sera begitu saja. Sementara di sebrang sana, di sebuah rumah bercat putih, Renata nampak sibuk dengan adonan kue, setelah berpisah dengan mantan suaminya, ia kembali meneruskan hobi yang tertunda dan justru saat ini menjadi ladang mencari pundi-pundi rupiah. "Eh, kok melamun?" ucap Ibu Renata ketika melihat putrinya hanya diam saja di depan oven. "Eh, Ibu. Gak kok, Renata gak mela

