Tegang

1487 Kata

Anita masih sibuk mengelap meja ketika suara langkah sepatu hak terdengar mendekat perlahan. Suara itu berbeda dengan langkah para ART lain. Lebih pelan, lebih mantap, dan aura di sekitarnya seolah berubah sekaligus menegang. Namun Anita terlalu sibuk menggosok permukaan meja hingga berkilau untuk menyadarinya. Ratna, yang berdiri tak jauh dari sana, menunduk hormat. Para ART lain otomatis menjauh beberapa langkah. Flora menghampiri. Ia berdiri tepat di belakang Anita. Senyum muncul di bibir Flora. Senyum indah, namun mengandung sesuatu yang gelap dan puas. Senyum seseorang yang akhirnya melihat musuh lamanya merangkak di bawah perintahnya. Seseorang yang dulu menghancurkan hidupnya. Flora menatap punggung wanita itu, rambutnya, cara tubuhnya membungkuk dan bekerja terburu-buru. Dan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN