Bab 28

1100 Kata

Bab 28 Semalam sangat melelahkan. Revan melakukannya beberapa kali hingga membuat Larisa tidak berdaya. Hingga pagi menjelang, Larisa merasa ogah-ogahan untuk menjauh dari ranjang. Sudah beberapa hari ini lebih banyak berdebat hingga urusan ranjang terlupakan. Dan kali ini, Revan tidak bisa menahannya. "Kamu belum mau bangun?" Revan yang sudah terlihat rapi duduk di bibir ranjang seraya mengusap rambut Larisa. Posisi Larisa miring dan memeluk guling dengan erat. Rambutnya yang panjang, menutupi sebagian wajahnya. Kini, Revan tersenyum dan menyibakkan rambut itu hingga wajah Larisa terlihat semua. "Emmmh!" Larisa melengkuh kemudian menaikkan guling hingga menutup wajah. Reaksi itu membuat Revan tersenyum gemas. Ulah Revan semalam pasti membuat Larisa kecapean. "Kalau begitu, kamu is

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN