Bab 30 Satu bulan berlalu, Larisa menjadi lebih manja. Dia selalu minta ditemani dan tidak mau jauh-jauh dari Revan. Sekedar ke kamar mandi, bahkan selalu minta ditemani. Kalau merasa ada yang kurang pas, Larisa akan bertingkah seperti anak kecil, merengek lalu menangis. Semua itu tidak masalah untuk Revan, hanya saja sifat manjanya itu terkadang membuat Revan kewalahan. Larisa jadi lebih posesif mengenai ranjang. Dia yang dulu malu-malu kini tak lagi begitu dan malah selalu merayu lebih dulu. Yah, bisa Revan katakan, Larisa memang hebat. Entah dapat ilmu dari mana dia, Revan tidak terlalu peduli asal puas. Sekitar pukul tuju, Larisa sudah sibuk seperti biasanya di dapur. Sementara Revan masih berbaring di atas ranjang membayangkan wajah cantik sang istri. Prang! Astaga! Apa itu? Rev
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


