Bab 21

1029 Kata

Bab 21 Hampir semalaman Revan tidak tidur karena rasa bersalah terus menghantuinya. Wajah Larisa yang penuh dengan air mata, rasanya terus saja membuat Revan merasa seolah sedang ditampar beberapa kali. Mungkin benar kata Grace, sekuat Larisa bertahan, pasti akan ada titik di mana merasa lelah dan tidak dihargai. Mungkin begitulah yang Larisa saat ini. "Bodoh!" maki Revan sambil menoyor kepalanya sendiri. "Kamu bodoh, Revan!" Saat ini pun, Revan tidak akan tahu kalau Larisa menangis semalaman hingga membuat matanya bengkak dan memerah. Lingkaran mata panda pun terlihat jelas karena susah tidur. "Aku jadi jelek," celetuk Larisa saat berdiri di depan cermin. Dia sudah mandi dan berharap akan lebih merasa segar, tapi tetap saja masih merasa sedih bercampur kecewa. Tok, tok, tok! Larisa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN