Varina mendongak, menatap pantulan di cermin sosok yang baru saja menyentuh kedua bahunya. Bibirnya mengulas senyum, menandakan jika ia puas dengan penampilannya hari ini. “Sudah siap?” tanya lelaki yang berdiri di belakang Varina itu. Varina mengangguk. Ia pun segera berdiri, mennghadap ke arah sang suami. Ia terkekeh geli saat melihat Eden merenggangkan lengannya, memberi kode agar Varina menautkan tangannya di sana. Mereka keluar dari kamar. Berjalan dengan anggun bak pasangan kelas atas yang bahagia. Ketika mereka menuruni tangga utama kastil Keluarga Havart itu, setiap pasang mata yang hadir di lantai bawah langsung tertuju pada mereka. Semua memandang mereka iri, melupakan sejenak segala gosip buruk yang pernah mereka dengar tentang pasangan fenomenal itu. “Baiklah. Karena semua

