"Sayaang!" Ferdinan lekas berlari kala melihat istrinya yang hampir tertabrak dua orang pemuda yang berjalan tanpa melihat jalanan dan hanya sibuk dengan ponsel mereka di tangan. "Kalian memangnya cuma pakai mata kalian buat melototin HP? Kalau istri saya jatuh, terus anak saya kenapa-kenapa, kalian mau tanggung jawab dengan ngasih nyawa kalian sebagai gantinya?!" Ucapan mengerikan yang keluar dari mulut Ferdinan itu membuat orang-orang yang ada di sekitarnya terdiam. "Om, kayaknya Om berlebihan banget deh. Lagian kita kan enggak sengaja!" Mata Ferdinan melotot, dia menarik napas dan kemudian menghembuskan nya perlahan. "Berapa umur kalian?" tanyanya kemudian. Tidak dia hiraukan pegangan tangan Fatma pada lengannya, meminta untuk berhenti. "Tujuh belas." "Tujuh belas itu harusnya u
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


