43

1626 Kata

Padahal pekerjaannya sendiri saja sudah banyak, namun Ferdinan masih harus bertemu secara langsung dengan seorang bawahan yang namanya disebut oleh Nares beberapa saat yang lalu. Sebelumnya dia sudah menegur langsung Kepala Divisi bahkan sampai Managernya, keduanya bahkan menawari Ferdinan untuk tidak sampai turun tangan dan menyerahkan semua pada mereka. Tapi Ferdinan sudah terlanjur kesal karena masalah ini sampai membuat Nares yang sedang hamil ikut-ikutan cemas. Maka tidak ada lagi yang bisa dia lakukan selain memperingati secara langsung gosip yang sudah dibuat dengan menjadikan dirinya sebagai objek. Tok tok. Ferdinan mengangkat kepala, berseru masuk hingga kemudian pintu terbuka dan menampilkan tiga orang bawahannya. Dia menyeringai, padahal Ferdinan berkata dirinya hanya ingin b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN