"Kamu enggak berangkat bareng kami?" Ferdinan yang sedang merapikan dasi yang dia pakai, menoleh pada Papa dan Mamanya yang sudah siap dan menunggu waktu berangkat dengan duduk di sofa ruang tamu. "Aku berangkat bareng Ama, mau jemput dia dulu," jawab Ferdi. Dia menunduk, melihat arloji yang melingkar di tangannya. Dia berjanji akan menjemput wanita itu jam tujuh, dan sekarang waktu sudah menunjukan pukul enam lebih sepuluh menit. Kalau dia menunda keberangkatan lebih lama lagi, sepertinya dia akan terlambat. "Kalau gitu, Ferdi berangkat duluan ya, Pa, Ma. Sampai ketemu di sana," ucapnya berpamitan. Dia sempat mencium tangan Mama dan Papanya sebelum kemudian berlalu ke arah mobil miliknya. Dia mengendarai mobil dengan kecepatan yang di atas kecepatan biasanya karena dia sangat tahu k

