Setelah pertandingan yang sengit dan penuh emosi, sorak sorai riuh penonton dan tepuk tangan menggema ke seluruh penjuru arena. Pertandingan berakhir, namun suasana di lapangan tetap terasa hidup. Meskipun ada perbedaan dalam emosi antara tim pemenang dan tim yang kalah. Di satu sisi lapangan, para pemain Cendana berkumpul dalam kegembiraan yang luar biasa. Mereka saling berpelukan, tertawa, dan bersorak merayakan kemenangan. Di sisi lain, para pemain Bima Sakti berjalan dengan langkah berat, hanya ada ekspresi kekecewaan dan frustrasi di wajah mereka. Ada yang hanya tertunduk, ada juga yang tak mau repot-repot menyembunyikan tangisannya. Kedua tim saling memberi hormat dan bersalaman. Tampak kedua pelatih berpelukan sambil saling menepuk punggung. Gian mengobrol akrab dengan Ahsan;

