Jangan kira amarah Leora hanya sebatas itu, lalu memaafkan Deva. Tidak, tentu saja tidak! Dia memang tidak mengajak ribut. Tidak juga mengintrogasi Deva tentang masa lalunya yang ternyata hobi main perempuan. Terlebih sampai kekanakan ngambek tidak mau pulang. Leora hanya memikirkan kondisi mental dan suasana hati calon mertuanya yang sedang tidak baik-baik saja. Jadi dia pilih perang dingin. Membalas Deva dengan cara lebih elegan, tapi bisa membuatnya kelimpungan. Sudah beberapa hari sejak kejadian di kafe, dia sengaja cuek ke Deva. Bicara seperlunya, jaga jarak, dan menolak bersentuhan. Iya, cara itu sukses membuat Deva kelimpungan tersiksa setengah mati. Jangankan mau aleman, baru lihat muka judes Leora saja sudah ciut nyalinya. Satu lagi yang membuatnya tersiksa setengah mati. Dia

