Bab 87. Jejak Masa Lalu Sofian

1944 Kata

Deva sudah punya planingnya sendiri, jadi hari itu saat Eric mengajak Anjas datang ke kafe memenuhi undangan Leora, semua harus diluruskan hingga tuntas. Ini juga pertemuan pertama mereka sejak gaduh di kantor waktu itu. Bahkan, sekedar telepon atau berbalas chat saja tak pernah. Maka tak heran kalau mereka terlihat sedikit canggung ketika akhirnya duduk semeja. Sengaja tidak mengajak Nalini, karena ini pembicaraan antar laki-laki. Nanti setelah semua jelas, mereka akan cari waktu untuk berkumpul bareng berempat lagi seperti biasanya. Padahal puluhan tahun berteman mereka sudah seperti saudara. Susah senang bersama. Saling menjaga, karena mereka hidup jauh dari keluarga. Pun saat Nalini menawarkan diri untuk mengambil misi di Golden Grove, Anjas juga terlihat memberikan dukungannya. Entah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN