Malam pengantin yang sudah Deva tunggu-tunggu, nyatanya justru bikin dia jengkel bukan main. Bagaimana tidak, teman-teman tidak tahu dirinya itu malah sengaja nimbrung di kamarnya dengan memesan banyak makanan dan minuman. Salahnya apa sampai mereka setega itu rusuh di saat paling penting begini? Bahkan, hingga malam mereka malah numpang mandi dan tiduran disana, tanpa berniat segera minggat. Muka Deva sudah seperti ditekuk. Sayangnya mereka semua bebal. Entah beneran tidak ngeh atau sengaja menyiksa si pengantin sengklek yang sudah kebelet ingin belah duren. “Serius, kalian belum mau pulang? Ini sudah malam!” sungut Deva pamer muka jengahnya. “Maksudnya kamu mengusir kami, gitu?!” lontar Cello memperjelas. Sedang Deva langsung mengangguk mengiyakan. “Iya! Kalau peka sih sebenarnya da

