Aku sangat takut, kak

1126 Kata

Tangannya terangkat tinggi bersiap melepas emosinya pada Rindu. Gadis itu gemetar wajahnya berhenti dialiri darah, sangat pucat. Ia menatap suaminya dengan sorot mata tenggelam, seolah minta tolong. Pernadi melihat sudut bibir Rindu yang terobek, empat jari tercetak di wajah pucatnya. Hatinya getir melihat lebam disana. "Kakak ...." bergumam tak jelas, lututnya bergetar hebat. Pernadi menurunkan tangannya, mengusap wajah pucat istrinya. Rahangnya mengetat menahan amarah. Ia mengalihkan tatapannya dengan binar marah pada Angga yang sedang di angkat oleh pria bersafari hitam keluar kamar. "Keluar!" Teriak pemilik rumah mengusir penuh kemarahan. Pernadi menatap sinis pemelik rumah seraya menarik Rindu menuju pelukannya. Rindu melingkarkan kedua tangan memeluk Pernadi, mengikat kuat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN