Pernadi mendesah panjang, mematikan kembali ponselnya. Suara Bibi Maria menganggunya. Ia berdecak. "Apa lagi sih?" Menggerutu. "Tuan …. Nona muda jatuh." Teriaknya berulang-ulang sambil mencoba membangunkan Rindu. Pernadi keluar kamar, melihat Rindu tergeletak di bawah tangga. Ia melebarkan mata dan segera berlari menuruni anak tangga. Ia nyaris terpeleset beruntung tangannya sigap berpegangan pada pembatas tangga. "Kenapa lantai basah, Bi?" Tanya Pernadi dengan nada tinggi, membuat wanita paruh baya itu terkejut takut. "Maafkan saya tuan saya lagi pel tangga tadi." bibi Maria menangis, mencoba membangunkan Nonanya. "Bagaimana dengannya?" Tanya Pernadi, mengambil alih Rindu darinya. "Pingsan, tuan." "Bangun, Rin." Pernadi menepuk pipi Rindu pelan. "Hun, bangun." ucapnya cemas men

