Suasana di dalam kamar mandi luas itu dipenuhi uap air hangat yang menenangkan. Dialta duduk bersandar di dalam bathtub, menikmati sensasi air yang membasuh tubuhnya setelah sekian lama hanya bisa diseka di atas ranjang. Di hadapannya, Sena berlutut di atas keset tebal, tangannya sibuk mengoleskan krim pencukur di rahang Dialta yang kini ditumbuhi bulu-bulu halus yang cukup lebat. Sena memperhatikan wajah suaminya dengan saksama. Brewok tipis itu sebenarnya membuat Dialta terlihat lebih dewasa dan panas, eh apanya? He... tapi juga... sedikit berbeda dari biasanya. "Mas, kamu nggak mau berubah haluan kah?" celetuk Sena sambil mulai menggerakkan alat cukur dengan sangat hati-hati. Dialta membuka matanya sebelah, menatap istrinya dengan tatapan heran. "Maksudnya?" "Ya... jadi ustad aja

