ELVARÉ Atelier—Surabaya. Lantai atas gedung kaca itu dipenuhi cahaya pagi yang jatuh lembut dari jendela-jendela tinggi. Ruang utama atelier tampak sibuk dengan diskusi panjang mereka. Lembar-lembar kertas putih dengan bercoretkan sketsa tersebar di meja panjang, kain-kain yang tergulung dengan bahan dan jenis eksklusif berjejer rapi di sisi ruangan, dan layar besar menampilkan moodboard koleksi terbaru. Arsena berdiri di ujung meja, berseberangan dengan beberapa anggota tim intinya. Rambut pirang pendeknya ditata sederhana, sedikit bergelombang alami. Tidak butih sentuhan yang berlebihan, tapi justru itulah yang membuatnya menonjol. Mata abu-abunya fokus, tenang, namun menyimpan ketegasan yang tak bisa diremehkan. Setiap kali ia berbicara, ruangan seolah otomatis memberi jeda. Arsena

