Mobil SUV mewah itu berhenti dengan suara mesin yang halus di pelataran rumah. Arsean dan Arsenio turun lebih dulu, sementara Dialta menarik napas panjang, mencoba mengumpulkan sisa-sisa tenaganya. Meskipun batinnya sudah tenang setelah menyelesaikan urusan dengan Andro, fisiknya tak bisa berbohong—rasa lelah yang luar biasa mulai menjalar ke seluruh sendinya. "Kamu yakin tidak perlu dibantu sampai ke dalam, Al?" tanya Arsean saat melihat Dialta mulai memegang tongkatnya dengan erat. "Tidak apa-apa, Kak. Terima kasih banyak untuk hari ini," jawab Dialta dengan senyum tipis. Begitu pintu utama terbuka, suasana hangat rumah langsung menyambut Dialta. Lampu ruang tengah sengaja diredupkan, menciptakan atmosfer yang tenang. Namun, langkah Dialta terhenti tepat di batas ruang keluarga. Di s

