39

1560 Kata

Sena terbangun dengan kepala yang masih terasa berat, tubuhnya lemas seperti baru saja melewati sesuatu yang panjang dan melelahkan. Ia mencoba menggeser tubuhnya ke samping, berniat mencari posisi lebih nyaman—namun gagal. Dia tak bisa bergerak leluasa. Matanya saja ingin tertutup lagi. Setelah mencoba untuk bangun, lagi-lagi dirinya terhalang dan baru menyadari sesuatu. Ada tangan besar yang melingkari pinggangnya. Dengan pelukan kuat dan posesif. Selain itu dirinya juga merasakan napas hangat menyentuh tengkuknya. Membuat bulu kuduknya berdesir. Ingatan malam tadi menyeruak tanpa permisi. Potongan-potongan rasa panas, suara berat Dialta, sautan desahan yang menggema di penjuru kamar dan sentuhan yang membuatnya lupa bagaimana caranya menolak. Wajah Sena langsung memanas. Mungkin jik

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN