LULUH

1501 Kata

"Makasih es krim sama jajannya, Om!" ucap Rafqa saat keluar dari mobil Mas Rama. Dia membawa satu kantong kresek berisi makanan dan minuman yang dipilihnya sendiri. Dia tampak begitu bahagia dengan senyum lebar menghiasai wajahnya yang imut dan tampan. Rafqa melompat-lompat sembari berlari kecil memasuki rumah. Dengan tergesa, aku pun mengikuti jagoan kecil yang mulai menaiki anak tangga itu. Saat melihatku mengikutinya, Rafqa justru mempercepat langkah. Sesekali menoleh ke belakang lalu berlari saat menaiki tangga sampai lantai atas. Anak lelaki itu benar-benar seperti tak memiliki rasa lelah. Energinya full membuatku terengah-engah saat mengejarnya. Sampai kamar, Rafqa meletakkan kantong kreseknya di atas ranjang lalu mengambil salah satu camilan yang dia bawa. Dengan senyum tipis

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN