KENA PELET

1505 Kata

Suara berisik di area dapur membuatku buru-buru menyambar hijab di tepi ranjang lalu gegas mencari sumbernya. Nggak ada apapun di dapur, hanya saja rawon yang kusiapkan untuk Mas Rama di atas kulkas entah mengapa bisa tumpah ke lantai, padahal jelas tadi kuletakkan di tengah-tengah nggak mungkin tumpah kalau nggak ada yang menyenggol. "Ngapain kamu celingukan di situ?" tanya seseorang dari belakang. Aku tercekat seketika. Saat membalikkan badan, kulihat laki-laki itu sudah berdiri tegak sembari melipat kedua tangannya ke d**a. Sorot matanya tajam menatapku tak berkedip. Detik ini aku benar-benar merasa seperti diinterogasi. "Ngapain?" ulangnya sembari menaik turunkan kedua alisnya yang lebat. Aku meringis kecil. "Emm ... nyari kucing, Mas. Mungkin ada kucing masuk sini tadi, soalnya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN