BUKAN KEKASIH

1507 Kata

"Ri, bolehkah aku tahu bagaimana kriteria calon suami idamanmu?" Pertanyaan itu terulang kembali, membuatku gugup dan salah tingkah. Mas Rama benar-benar aneh. Ngapain dia nanya soal calon suami idamanku segala. Nggak ada hubungannya sama pekerjaan bukan? Aku meliriknya dari ekor mata. Laki-laki itu masih menatapku lekat seakan menunggu jawaban dariku. Aku masih membisu sampai akhirnya pertanyaan itu terulang kembali. "Hemm ... seperti apa?" tanyanya sembari menaikan kedua alis. Aku tercekat lagi, tapi kali ini berusaha lebih tenang. Aku tak akan terjebak dengan pertanyaan konyolnya ini. "Isshhh, kurang kerjaan kamu, Mas. Tanya-tanya begituan buat apa coba. Udah ah, mau masak dulu. Jangan ganggu, nggak selesai-selesai nanti masaknya," gerutuku sembari mengambil sayuran di kulkas. A

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN