Menghampiri Ayah

1077 Kata

"Ini apa namanya?" "Gence ruan. Mau coba satu?" "Pecel lele?" "Ini ikan gabus." "Pedes gak?" "Bisa request." Berjam-jam Elvina menunggu di pinggiran halte bis. Mengecek arloji dan layar ponselnya bergantian, menantikan panggilan dari Dikung yang entah datang menjemput atau tidak. Elvina mulai bosan. Jadi dia memutuskan untuk berkeliling setelah mengirim live lokasinya dan mencoba jajanan pinggir jalan. Cuaca panas meski hari menjelang sore. Elvina lelah dan perutnya keroncongan. Dia memesan sebuah menu yang tak pernah didengar sebelumnya dan setelah dicoba, Elvina ketagihan. Dia mencampurnya dengan nasi dan makan dengan lahap. "Porsi ke dua mau?" tawar si abang dagang. Elvina menolak. Bukan karena tidak punya uang untuk membayar, tapi takut diare karena kebayakana jajan.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN