Apapun Agar Lingga Panas

1030 Kata

Lingga meneguk minuman vodka di bar miliknya sendiri. Mengacuhkan para pelanggan yang biasa dia layani. Staff lain mengambil alih, sambil meminta mereka memaklumi karena hal ini baru terjadi pertama kali. "Gimana sih? Ga profesional banget," dengkus mereka yang tak terima. Pelayanan Lingga jelas berbeda dari yang lainnya. Minuman yang dia racik punya ciri khas tersendiri. Rasanya pun lebih enak. "Baru putus cinta," Bisik Farel, salah satu pelayan di sana. "Noh booking aja si eneng Jelita. Putus cinta bisa kandas dalam semalam. Percaya sama ana," kata pelanggan itu lagi. Lingga tidak mendengarkan. Dia punya renungan sendiri di dalam kepalanya. "Kak, udah jangan kebanyakan." Amel datang menepuk punggung Lingga. "Ini soal Risma kah?" Lingga menggeleng. "Sana urus aja kerjaanmu," ja

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN