"Ra, panas-panas begini, kita beli eskrim yang di mall itu yuk! Kata orang-orang ada yang jual eskrim panjang banget di sana," ajak Razan, mencoba membujuk Nara. "Udah pernah nyoba," jawab Nara acuh. Wanita itu berjalan lurus ke gerbang kampus. Selesai libur panjang kemarin, keseharian mahasiswa kembali normal. Nara berangkat lebih awal agar tidak terlambat. Sekaligus, dia mau menemui Bu Melda dan mendiskusikan kembali tuduhannya. "Tapi sama aku 'kan belum." Razan menaruh tangannya di saku, berjalan mundur sembari memandangi wajah Nara. "Kasih aku kesempatan, please. Aku pengen traktir kamu eskrim. Aku ingin kita ngobrol kayak dulu lagi." "Duh, berapa kali sih gue harus bilang kalau dulu pun kita ga pernah ngobrol. Jadi lu mau nostalgia apaan sih? Lu mau ngebuka kembali luka gue?" N

