Nona berjalan keluar kamarnya dan meninggalkan Sasha, Sasha melihat kepergiannya kesal “Wah si Onta bener-bener anjir, gue yang biasanya engga mikirin sesuatu jadi mikirin sesuatu buat bantuin dia. Eh si kurang ajar malah begono” teriaknya Ia lalu mengusap-usap kepalanya lembut “Palaku yang cantik udah ya kamu gak usah khawatir, jangan terlalu banyak berpikir oke bisa-bisa kecantikkan ku ilang perlahan” Nona berjalan tergesa-gesa membuat suara langkah kakinya terdengar sangat jelas, sampai di belokkan dari ujung kamarnya ia berhenti mendadak menimbulkan suara antara gesekan sandal dan lantai yang cukup nyaring. Nona nampak kaget “Abang apa sih ngaget-ngagetin aja” sahutnya dengan nafas yang memburu “Kamu kenapa Nona? Kayak di kejar hantu aja” ujarnya mengernyitkan dahinya “Bang gawat

