Adinda merasa air matanya telah habis terkuras. Apa yang ia lakukan semenjak pulang dari rumah orang tuanya hingga beberapa menit yang lalu hanyalah menangis dalam pelukan Jesse. Ia bahkan belum sempat bercerita pada Jesse apa yang sebenarnya diributkanya bersama Mama dan Papa di rumah. Mama. Wanita itu bukanlah ibu kandungnya, dan fakta tersebut menyakiti Adinda hingga ke sumsum tulangnya. Terjawab sudah sekarang kenapa sikap Mama kepadanya selalu berbeda. Dulu, saat dirinya masih kecil, ketika tidak ada Ananda dan Aidan di sana, Mama lebih sering tidak memperhatikannya ketika Adinda bicara. Ia pikir, saat itu, Mama hanya sedang lelah dan tidak mau bermain dengannya. Namun, seiring usia dewasanya, sikap Mama menjadi semakin dingin. Jika awalnya sikap dingin itu hanya saat tidak ada ked

