Rumah tampak sepi ketika Adinda sampai. Papa sudah pasti pergi ke kantor bersama dengan Ananda. Aidan mungkin juga pergi ke kampus, dan biasanya hanya mama yang ada di rumah. Namun, ketika Adinda melangkah memasuki rumah yang tidak terkunci itu, hingga ke dapur, ia tidak menemukan Mama di sana. Oke, sejujurnya itu membuat Adinda sedikit lega. Entah mengapa, bayangan bertemu Mama saat tidak ada anggota keluarga lain, terasa agak menakutkan bagi Adinda. “Mama nggak ada, Bi?” tanya Adinda pada asisten rumah tangganya yang sedang sibuk di dapur. “Ya Alloh, Nonik! Kapan sampainya?” Binar di mata wanita itu mengatakan bahwa ia benar-benar senang melihat Adinda pulang, ditambah pelukan dari tubuhnya yang gemuk, membuat Adinda tersenyum sambil membalas pelukannya. Bi Siti sudah bekerja di ru

